USDCAD Berpotensi Lanjutkan Penurunan Di Tengah Melemahnya Dolar AS

USDCAD Berpotensi Lanjutkan Penurunan Di Tengah Melemahnya Dolar AS

Diperbarui • 2024-02-23

USDCAD berpotensi memperpanjang penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, setelah turun menembus ke bawah level 1,3480 memasuki sesi Eropa pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (23/02/2024). Pasangan USDCAD seakan tidak memiliki kekuatan di tengah indeks dolar AS yang konsolidasi dengan bias bearish di tengah spekulasi potensi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve. Selain itu, dolar Kanada (CAD) mendapat dukungan setelah rilis data Penjualan Ritel Kanada yang beragam yang dirilis pada hari Kamis.

Lembaga Statistics Canada merilis Penjualan Ritel bulanan Kanada menunjukkan pertumbuhan 0,9% pada bulan Februari, dari 0,0% laporan pada bulan Januari yang direvisi dari laporan sebelumnya -0.2%. Angka ini di atas perkiraan untuk kenaikan sebesar 0,8%. Namun, Penjualan Ritel inti bulanan tumbuh 0,6%, lebih rendah dari perkiraan 0,7%, namun menunjukkan pertumbuhan signifikan dari penurunan sebelumnya sebesar 0,4%.

Namun, penurunan harga minyak mentah berpotensi memberikan tekanan pada dolar Kanada, sehingga akibatnya membatasi penurunan USDCAD. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah 78,00, dan saat ini diperdagangkan di level 77,90. Permintaan akan minyak mentah menghadapi tantangan akibat suku bunga yang lebih tinggi secara global, yang meredam aktivitas ekonomi.

Sementara itu, indeks dolar AS sejauh ini masih konsolidasi dengan bias bearish turun dari kenaikan pada hari Kamis yang ditopang oleh data tenaga kerja AS menunjukkan kekuatan. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan klaim pengangguran awal mingguan AS turun menjadi 201.000 pengajuan untuk minggu hingga 16 Februari, dari laporan sebelumnya 213.000 dan lebih sedikit dari perkiraan sebesar 218.000.

Selain itu, data Awal Indeks Pembelian Manajer Global S&P yang beragam menunjukkan ekonomi AS yang cukup solid. Laporan ini juga memperkuat argumen Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama untuk mengatasi tekanan inflasi.

Indeks PMI Jasa AS Global S&P dilaporkan di angka 51,3 pada bulan Februari, dari laporan sebelumnya di angka 52,5, dan di bawah perkiraan 52,0. PMI Manufaktur meningkat menjadi 51,5, melebihi perkiraan 50,5 dan angka sebelumnya sebesar 50,7. Namun, PMI Komposit AS turun menjadi 51,4 pada bulan Februari dari laporan sebelumnya sebesar 52,0.

Analisa Teknikal USDCAD

USDCAD 23022024.jpg

USDCAD masih menghadapi tekanan imbas dari ketidakpastian penurunan suku bunga the Fed yang seharusnya mendukung kenaikan dolar AS, justru melemahkan mata uang AS itu. Sehingga, penurunan ini memberatkan upaya pasangan Loonie ini untuk menghentikan penurunan untuk hari kelima. Seperti yang terlihat pada grafik di timeframe H1, harga saat ini bergerak turun menuju Pivot di level 1.3476, setelah harga turun menjauh dari Simple Moving Average (SMA). Persilangan SMA550 yang menembus ke bawah SMA100, seakan menegaskan tren penurunan USDCAD, yang diikuti dengan Relative Strength Index yang bergerak turun ke bawah garis tengah. Potensi pasangan Loonie ini menguat terlihat cukup sulit berdasarkan teknikal. Sehingga, kenaikan harga menembus ke atas level 1.3480 akan membawa USDCAD naik hingga ke level 1.3495. Sebaliknya, melemahnya dolar AS yang berlanjut akan membawa pasangan Loonie ini lanjutkan penurunan menuju level 1.360.

Peluang SELL dapat dipertimbangkan di level 1.3473 dengan target profit di level 1.3464/1.3460. Sementara peluang BUY dapat dipertimbangkan di level 1.3485 dengan target profit di level 1.3489/1.3492.

Mulai Trading Sekarang-2.png

Menyerupai

AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion
AUDUSD Berbias Bearish di Tengah Risk-Aversion

Dolar Australia menguat tipis di awal perdagangan akhir pekan ini, namun masih dalam tren penurunan. Pasar diperkirakan sepi karena memperingati Jumat Agung. Dolar AS menguat karena data ekonomi AS menunjukkan ekspansi,

Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi
Data Ekonomi Australia Melemah, Seiring Melemahnya Inflasi

Pasar saham Asia memiliki sentimen sideways dengan bias bearish pada perdagangan Kamis (28/03/2024), karena adanya sentimen ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE AS..penjualan ritel Australia dirilis lebih kecil dari perkiraannya.

Berita terbaru

Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?
Sanggupkan Emas Berlama-lama di Puncak?

XAUUSD naik ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin (01/04/2024), di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga..melanjutkan kenaikan kuat minggu lalu hingga membentuk level puncak baru sepanjang masa

Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152
Sebagian Pasar Masih Libur, Yen Stabil di Bawah 152

Pasar saham Asia sebagian masih libur dan sebagian lagi menguat pada perdagangan Senin (01/04/2024), karena optimisme data pabrikan Tiongkok mendukung..potensi intervensi otoritas Jepang terhadap yen Jepang diperkirakan berada di zona 152 – 155 yen. 

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Pemberitahuan pengumpulan data

FBS menyimpan catatan data Anda untuk menjalankan website ini. Dengan menekan tombol "Setuju", Anda menyetujui kebijakan Privasi kami.

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Permintaan panggilan balik berikutnya untuk nomor telepon ini
akan tersedia setelah

Jika Anda memiliki masalah mendesak, silakan hubungi kami melalui
Live chat

Internal error. Silahkan coba lagi

Jangan buang waktu Anda – tetap awasi dampak NFP terhadap dolar dan raup profitnya!

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera